Tempat teduh itu bernama Ibu
Waktu kecil ada yang menangis tengah malam, merengek sesegukan, entah karena mimpi yang seram atau karena serangga-serangga kecil yang menggigit. Mendengar suara tangisan itu Ibu pun terbangun dan menggendong bayinya dengan pelukan hangat. Melantunkan kembali tembang-tembang pengantar tidur atau senandung sholawatan dan untaian dzikrullah agar ia kembali terlelap.
"Nggak apa-apa, besok lebih hati-hati ya..."
Waktu kecil ada yang kesulitan mengerjakan tugas rumah, PR dari sekolah itu menyulitkan, jadi tidak bisa bermain dengan teman-teman. Ibu pun kemudian datang, membantu menyelesaikan soal. Dan setelah mengerjakan, Ibu pun memberikan izin untuk bermain. Betapa senangnya.
Waktu kecil ada yang bersedih karena diejek teman, menjelekkan dan usil. Si kecil pun murung ketika pulang ke rumah. Ibu yang memperhatikan anaknya itu pun mengerti lalu mengatakan kepadanya:
"Nggak usah didengerin, kamu nggak seperti itu, anak Ibu hebat-hebat."
Si kecil sekarang sudah beranjak dewasa. Kadang, kini Ibu yang berteduh dengannya. Tapi tetap tidak bisa mengalahkan hal-hal yang telah Ibu lakukan. Pengorbanan yang ia telah berikan dan kasih sayang yang selalu dicurahkan.
Banyak hal yang terkenang bersama Ibu. Dan belum pernah ditemui tempat ternyaman selain Ibu, tempat terindah kecuali bersama Ibu dan tempat teduh melainkan disitu ada Ibu.
dikutip dari instagram @haruntsaqif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar