Rabu, 27 Oktober 2021

Melangkah perlahan

 Melangkah Perlahan

Lamongan, kota yang memiliki memori yang sangat berarti dalam perjalanan hidupku. Tempat dimana aku tinggal menemani istri dan mertua di rumahnya. Kenangan indah bersama istri tentunya sudah banyak mengisi lembaran cerita kehidupanku. Tapi semua itu sekarang sudah hilang, kedua orang yang harusnya aku temani, sekarang sudah tiada. Sang Khalik lebih menyayangi mereka berdua, dan aku berusaha untuk ikhlas menerimanya.

Langkah perlahan mulai aku tempuh, meskipun berat utk melangkah, tetap harus kulangkahkan kaki ini untuk terus menjalani hidup. kluarga dan saudara dirumah pasti juga masih membutuhkan support dariku. Banyak kenangan masa lalu yang masih teringat jelas dipikiran. Kenangan indah yang sekarang hanya tersimpan didalam memori ingatan.

Kenangan tentang seorang istri yang selalu menantikan kehadiran suaminya dirumah. Tak ada lagi seseorang yang selalu dengan sabar menanti dan menyambut kedatangan didepan rumah dengan senyuman dan tawa khasnya, mencium tangan dan memeluknya mesra. Menghabiskan waktu berdua, mulai dari bebersih rumah, masak bareng, jalan berdua. Waktu yang sangat jarang kita habiskan bersama karena tidak setiap hari aku bisa berjumpa dengan istri karna tempat kerja di Surabaya dan istri tinggal di Lamongan. Semua itu kini jadi memori indah yang tersimpan slalu didalam hati.

Sekarang aku harus kembali menemani ibu, kembali ke Gresik. tempat dimana alu dilahirkan dan dibesarkan. Fokus sekarang yaitu tentang menjaga kondisi Ibu. Beliau yang juga harus kehilangan suaminya. beliau sekarang hanya tinggal bersama dengan adik-adikku. Prioritas utama tentu saja membuat ibu kembali bersemangat, berenergi lagi, karena kehilangan seseorang yang sangat berarti dihidupnya, pasti sangat berpengaruh dalam kondisi psikis ibu dan itu juga yang sedang aku rasakan.

Memang perjalanan untuk mengikhlaskan kehilangan orang tercinta pastinya tidak mudah, terkadang masih teringat untuk pulang menemui mereka, tapi seketika pikiran kembali sadar bahwa mereka semua telah kembali kepada Sang Pencipta. Dan insyaAllah semua itu adalah takdir yang terbaik untuk mereka, dan kami yang ditinggalkan juga harus berusaha untuk ikhlas dan sabar serta terus melanjutkan hidup. pastinya tak lupa untuk terus mengirimkan doa kepada semua orang tercinta kami yang telah pergi terlebih dahulu, semoga mereka semua diberikan tempat terbaik disisiNya. Aamiin



Selasa, 19 Oktober 2021

Ibu

 Tempat teduh itu bernama Ibu

Waktu kecil ada yang menangis tengah malam, merengek sesegukan, entah karena mimpi yang seram atau karena serangga-serangga kecil yang menggigit.  Mendengar suara tangisan itu Ibu pun terbangun dan menggendong bayinya dengan pelukan hangat. Melantunkan kembali tembang-tembang pengantar tidur atau senandung sholawatan dan untaian dzikrullah agar ia kembali terlelap. 

Waktu kecil ada yang jatuh dari sepeda, tergores siku dan lututnya kemudian menangis lalu memanggil Ibu. Ibu pun datang dan membangunkan si kecil dari tempat ia jatuh, dibawa kedalam, diolesi dengan obat merah dengan penuh kasih sayang. Ditatapnya kedua mata si kecil dengan penuh cinta sembari berkata: 

"Nggak apa-apa, besok lebih hati-hati ya..."

Waktu kecil ada yang kesulitan mengerjakan tugas rumah, PR dari sekolah itu menyulitkan, jadi tidak bisa bermain dengan teman-teman. Ibu pun kemudian datang, membantu menyelesaikan soal. Dan setelah mengerjakan, Ibu pun memberikan izin untuk bermain. Betapa senangnya.

Waktu kecil ada yang bersedih karena diejek teman, menjelekkan dan usil. Si kecil pun murung ketika pulang ke rumah. Ibu yang memperhatikan anaknya itu pun mengerti lalu mengatakan kepadanya:

"Nggak usah didengerin, kamu nggak seperti itu, anak Ibu hebat-hebat."

 Si kecil sekarang sudah beranjak dewasa. Kadang, kini Ibu yang berteduh dengannya. Tapi tetap tidak bisa mengalahkan hal-hal yang telah Ibu lakukan. Pengorbanan yang ia telah berikan dan kasih sayang yang selalu dicurahkan.

Banyak hal yang terkenang bersama Ibu. Dan belum pernah ditemui tempat ternyaman selain Ibu, tempat terindah kecuali bersama Ibu dan tempat teduh melainkan disitu ada Ibu.


dikutip dari instagram @haruntsaqif





Jumat, 15 Oktober 2021

Start a new journey

Jalan Terbaik

Bismillah. setelah sekian lama ga ada kabar utk menulis blog, dikarenakan membuatnya cuma hanya karna iseng saja. 

Pengen rasanya untuk menumpahkan isi perasaan dan pikiran disini. sembilan tahun lebih baru ingat masih ada blog yang pernah dibuat. tak lain karena ada seseorang yang mempunyai minat yang sama dibidang ini. 

Semoga kedepannya blog ini bisa lebih memberikan manfaat kepada semua pembaca yang sudah mampir dan meluangkan waktunya disini.